Selasa, 13 Oktober 2015

Tugas 2 Psikologi Manajemen

Kelompok Bunga “Kamboja”
  1. Ami Nur Dianah
  2. Dimas Aryo Anandito
  3. Dinda Khairunissa
  4. Khairunnisa Fadhilah
  5. Ni Komang Intan D.M
  6. Oktavia Sabiela
PENDAHULUAN

  • Latar Belakang Masalah
Apa sih artian dari kata mempengaruhi atau pengaruh? Mempengaruhi menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah “daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang,benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang”. Kalau kita simpulkan bisa diartikan sebagai sesuatu yang dapat berperan dalam hidup entah akan mengubah kehidupan dari setiap individu menjadi lebih baik atau buruk. Misal “anak-anak” pada masa kecil pun banyak hal yang dapat berpengaruh bagi sang anak dimasa depan, seperti apa pengalaman yang sudah mereka alami atau bagaimana lingkungan mereka dibesarkan serta peran orang tua dalam mengajarkan mereka arti kehidupan. Banyak faktor yang dapat menjadi pengaruh di kehidupan seseorang seperti halnya budaya atau adat yang terus berkembang disekitar kita, teknologi juga menjadi pengaruh penting di kehidupan sehari-hari. Banyak bentuk pengaruh di kehidupan kita dan sangatlah bervariasi kita sebagai masyarakat moderen tentunya diharuskan untuk dapat membedakan baik dan buruknya pengaruh yang kita terima. Pengaruh yang kita dapat juga akan berperan penting dalam membentuk kepribadian dan membuat bagaimana konsep berpikir serta pola persepsi yang kita dapat dari pengaruh sekitar.
Mempengaruhi kalau kita definisikan bisa menjadi banyak makna dalam disetiap penjabarannya dikehidupan. Banyak para ahli berpendapat tentang definisi pengaruh atau proses mempengaruhi. Pada kesempatan kali ini kami akan sedikit membahas tetang pengaruh yang dapat mempengaruhi perilaku.
  • Rumusan Masalah
  1. Apa pengertian pengaruh menurut para ahli.
  2. Apa saja hal yang dapat mempengaruhi perilaku.
  3. Apakah peran wewenang.



PEMBAHASAN

  1. Landasan Teori
  2. Pengertian Perilaku
Perilaku berasal dari kata “peri” dan “laku”. Peri berarti cara membuat atau perbuatan, dan laku berarti perbuatan, kelakuan, cara menjalankan. Belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses dimana suatu organisasi berubah perilakunya sebagai akibat dari pengalaman. Perilaku adalah suatu reaksi psikis seseorang terhadap lingkungannya. Perulaku adalah keteraturan tertentu dalan hal perasaan (afeksi), pemikiran (kognisi), danpredisposisi tindakan (konasi) seseorang dalam suatu aspek di lingkungan sekitarnya. Berikut ini adalah beberpa asumsi dari para ahli tentang perilaku, yaitu :
  1. Louis Thurstone, Rensis Likert dan Charles Osgood
menurut mereka perilaku adalah suatu bentuk evaluasi atau reaksi perasaan. Berarti sikap seseorang terhadap suatu objek adalah perasaan mendukung atau memihak (favorable) maupun perasaan tidak mendukung atau tidak memihak (unfavorable) pada objek tersebut.
  1. Chief, Bogardus, Lapierre, Mead dan Gordon Allport
menurut kelompok pemikiran ini sikap merupakan semacam kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu objek dengan cara-cara tertentu. Dapat dikatakan bahwa kesiapan yang dimaksudkan merupakan kecendrungan yang potensial untuk bereaksi dengan cara tertentu apabila individu dihadapkan pada suatu stimulus yang menghendaki adanya respon.
  • Reward dan Reinforcement.
menurut pendapat mereka tingkah laku seseorang senantiasa didasarkan pada kondisi, yaitu tindakan mengenal atau memikirkan seseorang terlibat langsung dalam situasi itu dan memperoleh insight untuk pemecahan masalah.
  1. Elton Mayo
Studi Hawthorne di Western Electric Company, Chicago pada tahun 1927-1932 merupakan awal munculnya studi perilaku dalam organisasi Mayo seorang psikolog bersama Fritz Roetthlisberger dari Harvard University memandu penelitian tentang rancang ulang pekerjaan, perubahan panjang hari kerja dan waktu kerja dalam seminggu, pengenalan waktu istirahat, dan rencana upah individu dibandingkan dengan upah kelompok.
  1. Parker Follet
keduanya memfokuskan studinya pada hubungan antara atasan dan bawahan, Follet meletakkan kelompok diatas individu. Melalui kelompok kemampuan individu dapat dimaksimalkan, organisasi ditentukan oleh kerjasama atasan dengan bawahan dengan meningkatkan partisipasi, komunikasi, kooordinasi, dan pembagian wewenang.
  1. Frederick Herzberg
sama halnya seperti Maslow, Herzbeg dalam studinya juga mengembangkan konsep-konsep motivasi yang mana merupakan penentu utama munculnya motivasi yaitu kondisi tempat kerja, upah kualitas pengawasan dan pengakuan, promosi dan peningkatan profesionalisme.
  1. Chester Barnard
Barnard dalam karyanya The Functions of The Executive menekankan agar organisasi dan individu dapat berhasil, organisasi atau individu tersebut harus mengembangkan kerja sama. Barnard menekankan pentingnya pengakuan terhadap adanya organisasi formal, Barnard merupakan orang pertama yang memperlakukan organisasi sebagai suatu system.
  1. Definisi Pengaruh
Dampak sangat berhubungan erat dengan pengaruh. Bahkan tidak sedikit dari kita yang menganggap bahwa antara dampak dan pengaruh adalah sama. Sampai akhirnya beberapa ahli menguraikan keduanya berdasarkan pendapat apakah dampak dan pengaruh merupakan dua konsep yang berbeda atau salah satu diantaranya merupakan kosep pokok dan yang lainnya merupakan bentuk khususnya.
Berikut ini adalah definisi pengaruh menurut para ahli :
  1. Wiryanto
Pengaruh merupakan tokoh formal maupun informal di dalam masyarakat, mempunyai ciri lebih kosmopolitan, inovatif, kompeten, dan aksesibel dibanding pihak yang dipengaruhi.
  1. Suyanto (Amikom Yogyakarta)
Pengaruh merupakan nilai kualitas suatu iklan melalui media tertentu.
  1. Uwe Becker
Pengaruh adalah kemampuan yang  terus berkembang yang berbeda dengan kekuasaaan tidak begitu terkait dengan usaha memperjuangkan dan memaksakan kepentingan.
  1. Norman Barry
Pengaruh adalah suatu tipe kekuasaaan yang jika seorang yang dipengaruhi agar bertindak dengan cara tertemtu, dapat dikatakan terdorong untuk bertindak demikian, sekali pun ancaman sanksi yang terbuka tidak merupakan motivasi yang mendorongnya.
  1. Albert R. Roberts & Gilbert
Pengaruh adalah wajah kekuasaan yang diperoleh oleh orang ketika mereka tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan.
  1. Kunci-Kunci Perubahan Perilaku
Secara definisi, masyarakat adalah kumpulan individu-individu yang saling berinteraksi dan memiliki komponen perubahan yang dapat mengikat satu individu dengan individu lain dengan perilakunya. Sedangkan perubahan merupakan peralihan kondisi yang tadinya buruk, menjadi baik. Masyarakat yang berubah adalah masyarakat yang terdiri dari satu individu kepribadian (personality) baik. Personality tidak dibentuk dari performance dan style seseorang, melainkan dari adannya daya intelektual dan perbuatan.
Oleh karena itu, kunci perubahan masyarakat adalah membentuk daya intelektual dan perbuatan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, sehingga terjadilah perubahan perilaku yang secara otomatis diikuti dengan perubahan masyarakat. Maka, persoalan kemiskinan bisa berubah jika terjadi perubahan perilaku di dalam masyarakat.
Perilaku yang akan menjadi kunci perubahan di masyarakat adalah sikap yang mampu melalui berbagai benturan dengan gemilang, adanya kepercayaan diri tanpa batas, dan tekad untuk terus berjuang hingga titik nadir. Perubahan masyarakat akan berimplikasi terhadap perubahan individu, karena di dalamnya ada interaksi sebagai kontrol sosial yang dapat mendidik manusia.
Perilaku adalah respon individu terhadap suatu stimulus atau suatu tindakan yang dapat diamati dan mempunyai frekuensi spesifik, durasi dan tujuan baik disadari maupun tidak.
  1. Bagaimana Mempengaruhi Orang Lain
Cara mempengaruhi orang lain dengan dasar Pendekatan Komunikasi Persuasi dikemukakan oleh Aristotle yang menyatakan terdapat 3 pendekatan dasar dalam komunikasi yang mampu mempengaruhi orang lain, yaitu:
  1. Logical argument (logos)
yaitu penyampaian ajakan menggunakan argumentasi data-data yang ditemukan. Hal ini telah disinggung dalam komponen data.
  1. Psychological/ emotional argument (pathos)
yaitu penyampaian ajakan menggunakan efek emosi positif maupun negatif. Misalnya, iklan yang menyenangkan, lucu dan membuat kita berempati termasuk menggunakan pendekatan psychological argument dengan efek emosi yang positif. Sedangkan iklan yang menjemukan, memuakkan bahkan membuat kita marah termasuk pendekatan psychological argument dengan efek emosi negatif.
  1. Argument based on credibility (ethos)
yaitu ajakan atau arahan yang dituruti oleh komunikate/ audience karena komunikator mempunyai kredibilitas sebagai pakar dalam bidangnya. Contoh, kita menuruti nasehat medis dari dokter, kita mematuhi ajakan dari seorang pemuka agama, kita menelan mentah-mentah begitu saja kuliah dari dosen. Hal ini semata-mata karena kita mempercayai kepakaran seseorang dalam bidangnya.

  1. Pengertian Wewenang
Wewenang adalah apa yang dapat kita lakukan sesuai dengan keinginan bergantung pada posisi dan derajat diri didalam masyarakat. Seperti halnya Hak yang layak didapatkan setiap individu, dalam memerintah untuk melakukan atau tidak melakukan sessuatu untuk mencapai tujuan tertentu yang dikhendaki. Berkut ini adalah asumsi yang dikemukakan oleh para ahli :
  1. R. Terry
“Authority is the official and legal right to command by others and enforce compliance”.
Artinya:
Wewenang adalah kekuasaan resmi dan kekuasaan pejabat untuk menyuruh pihak lain, supaya bertindak dn taat kepada pihk yang memiliki wewenang itu.
  1. Louis A Allen
“Authority is the sum of the power and rights entrusted to make possible the performance of the worh delegated.”
Artinya:
Wewenang adalah sejumlah kekuasaan (powers) dan hak (rights) yang didelegasikan pada suatu jabatan.
  1. Harold Koontz dan Cyril O’Donnel
“Authority is legal or right full power, right to command or to act.”
Artinya:
Wewenang adalah kekuasaan yang sah, suatu hak untuk memerintah atau bertindak.
Wewenang (Authority) merupakan dasar untuk bertindak, berbuat, dan melakukan kegiatan/aktivitas dalam suatu perusahaan. Tanpa wewenang orang-orang dalam perusahaan tidak dapat berbuat apa-apa. Dalam authority selalu terdapat power and right, tetapi dalam power belum tentu terdapat authority and right.
Kenapa Authority sangat penting bagi seseorang?
  1. Authority merupakan dasar hokum bagi seseorang untuk dapat melakukan pekerjaan atau tugas-tugasnya.
  2. Authority selalu akan menciptakan power, right, dan responsibility.
  3. Authority menyebabkan perintah-perintah manajer dipatuhi dan ditaati.
  4. Authority menyebabkan tolok ukur kedudukan, sifat pekerjaan, dan tanggung jawab seorang karyawan dalam perusahaan.
  5. Authority menjadi batas apa yang boleh dikerjakan dan apa yang tidak boleh dikerjakan seseorang.
  6. Authority merupakan kunci pekerjaan material.
Jenis-jenis Authority :
  1. Line Authority (Wewenang garis)
  2. Staff Authority (wewenang staf)
  3. Functional Authority (wewenang fungsional)
  4. Personality Authority (wewenang wibawa)
Batas-batas Authority (Limits of Authority)
  1. Kemampuan jasmaniah (fisik)
  2. Teknologi
  3. Pembatasan ekonomi
  4. Partnership agreement
  5. Lembaga
  6. Pembatasan hukum
Wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar mencapai tujuan tertentu.
Ada 2 pandangan mengenai sumber wewenang, yaitu :
  1. Formal, bahwa wewenang di anugerahkan karena seseorang diberi atau dilimpahkan/diwarisi hal tersebut.
  2. Penerimaan, bahwa wewenang seseorang muncul hanya bila hal itu diterima oleh kelompok/individu kepada siapa wewenang tersebut dijalankan.
Persamaan tanggung jawab dan wewenang adalah baik dalam teori, tetapi sukar dicapai. Dapat disimpulkan, wewenang dan tanggung jawab adalah sama dalam jangka panjang, dan dalam jangka pendek, tanggung jawab lebih besar peranannya dari pada wewenang itu sendiri.
Wewenang lini adalah dimana atasan melakukanya atas bawahannya langsung. Dan wewenang staf adalah suatu hak yang dipunyai oleh para staf atau para spesialis untuk memberikan saran, bantuan, konsultasi kepada personalia lini.
Sumber :
Sarwono, Sarlito W. 2005. Psikologi Sosial (Psikologi Kelompok dan Psikologi Terapan). Balai Pustaka, Jakarta.
Notoatmodjo, Soekidjo. 2003.pendidikan dan perilaku kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta

Selasa, 06 Oktober 2015

PSI MANAJEMEN :Tugas 1

Kelompok Kamboja
  1. Ami Nur Dianah
  2. Dimas Aryo Anandito
  3. Dinda Khairunissa
  4. Khairunnisa Fadhilah
  5. Ni Komang Intan D.M
  6. Oktavia Sabiela
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Komunikasi merupakan interaksi sosial yang sering terjadi dikehidupan sehari-hari. Komunikasi banyak macamnya yaitu dengan cara menggunakan, simbol-simbol, kata-kata, gambar, grafik dan lain-lain, yang dibuat untuk menginterpretasikan makna didalam lingkungannya dan disetujui oleh masyarakat (spanduk, koran, pamflet dll). Komunikasi juga merupakan proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) kepada individu lain. Komunikasi biasa dilakukan dengan cara verbal (berbicara, berpidato) atau nonverbal (tersenyum, menaikan bahu, menggelengkan kepala, melambaikan tangan dll). Komunikasi juga dilakukan secara langsung (tatap muka, melihat gerak gerik lawan bicara) dan tidak langsung (komunikasi media melalui video chatting, atau telfon).
1.2.Rumusan Masalah
  1. Pengertian dan Teori komunikasi
  2. Dimensi-dimensi dalam Komunikasi
1.3.Tujuan Masalah
Dapat memahami dan menjelaskan definisi komunikasi, dimensi-dimensi komunikasi yang meliputi Isi, Kebisingan, Jaringan dan Arah.
BAB II
PEMBAHASAN
  1. Pengertian Komunikasi
Kalau kita membahas lebih lanjut apa itu komunikasi. Komunikasi berasal dari bahasaLatin, ”comunicare”, artinya “to make common” – membuat kesamaan pengertian, kesamaan persepsi. Akar kata Latin lainnya “communis” atau “communicatus” atau “common” dalam bahasa Inggris yang berarti “sama”, kesamaan makna (commonness). Ada juga akar kata Latin ”communico” yang artinya membagi. Maksudnya membagi gagasan, ide, atau pikiran.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) mengartikan komunikasi sebagai ”Pengiriman dan pemerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami”.
The Oxford English Dictionary mengartikan komunikasi sebagai “The imparting, conveying, or exchange of ideas, knowledge, information, etc.“ (Pemberian, penyampaian, atau pertukaran ide, pengetahuan, informasi, dsb).
Komunikasi menurut beberapa para ahli, Diantaranya :
Harold D. Lasswell
Sebagaimana  dikutip oleh Sendjaja (1999: 7) cara yang baik untuk menggambarkan komunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan berikut : who say what in which Channel To Whom With What Effect ? (siapa mengatakan apa dengan saluran apa kepada siapa dengan efek bagaimana ?
E.O. Wolman
  1. Penyampaian perubahan energi dari suatu tempat ke tempat lain seperti dalam system saraf atau penyampaian gelombang-gelombang suara.
  2. Penyampaian atau penerimaan signal atau pesan oleh organisme.
  3. Pesan yang disampaikan.
Lewin
Pengaruh satu wilayah pesona pada wilayah pesona yang lain sehingga perubahan dalam satu wilayah menimbulkan perubahan yang berkaitan pada wilayah lain.
Gode (1969 :5)
Komunikasi adalah  suatu proses yang membuat kebersamaan bagi dua atau lebih yang semula monopoli oleh satu atau beberapa orang.
Evertt m. Rogers dan Lawrence Kincaid (1981; 18)
Komunikasi adalah suatu  proses di mana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi antara satu sama lain, yang pada gilirannya terjadi saling pengertian yang mendalam.
  1. Dimensi Komunikasi
Dimensi-dimensi komunikasi meliputi :
1) Isi
Isi adalah apa yang dibicarakan dalam komunikasi antara satu orang dengan orang yang lain atau bahkan lebih. Hal ini sering terjadi dalam masyarakat misal dalam hal jual-beli dipasar terdapat pesan/rangsangan (stimulus) antara dua atau lebih individu yang menyatakan pendapatnya.
2) Kebisingan
Kebisingan adalah tinggi rendahnya suara yaang terdengar dalam melakukan komunikasi. Seperti suara ketika memasuki waktu solat melalui gema adzan.
3) Jaringan
Jaringan adalah sejauh mana seseorang meluaskan jangkauan informasinya dalam melakukan komunikasi. Diantaranya ada komunikasi yang bergantung  pada (jaringan satelit). Tak perduli seberapa jauh jarak antara setiap individu.
4) Arah
Komunikasi terdiri dari 2 macam arah yaitu :
  • Komunikasi satu arah adalah hanya ada satu orang berbicara menyampaikan infomasi untuk satu orang atau lebih contohnya: iklan, promosi produk tertentu, atau guru yang sedang mengajar dikelas.
  • Komunikasi 2 arah adalah adanya interaksi antara satu orang menyampaikan informasi satu orang atau lebih juga ikut berbicara sehingga terciptanya interaksi untuk menyampaikan beberapa informasi. Misal : interaksi antara setiap mahasiswa yang melakukan diskusi didalam kelas.
Daftar Pustaka
Wiryanto, 1989. Pengantar ilmu Komunikasi. Grasindo Gramdia widjasarana Indonesia : Jakarta Nawangsari, Sri. 1997. Komunikasi Bisnis. Jakarta: Gunadarma

Sabtu, 30 Mei 2015

Hubungan antara Kesehatan Mental dengan Kecerdasan Emosional Kesehatan mental

banyak diberikan definisi oleh para ahli sesuai dengan pandangan dan bidangnya masing-masing.  Kesehatan mental adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri, dengan orang lain, dan dengan masyarakat dimana kita hidup. Untuk dapat menyeseuaikan diri dengan diri sendiri terlebih dahulu harus menerima dirinya sebagaimana adanya, dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Disamping itu, orang harus berusaha mengenal, memahami, dan menilai orang lain secara objektif. Orang harus mengenal keistimewaan orang lain disamping kekurangan atau kelemahannya. Lalu orang haruns menyadari bahwa dirinya tidak hidup terlepas dari masyarakat atau lingkungan dimana ia hiduo dan untuk itu ia harus mengetahui dan hidup dengan norma-norma, peraturan-peraturan, adat –istiadat yang dimiliki masyarakat atau lingkungan itu. Menutut definisi orang yang bermental sehat adalah orang yang dapat menguasai segala faktor dalam hidupnya sehingga ia dapat mengatasi kekalutan metal sebagai akibat dari tekanan-tekanan perasaan dan hal-hal yang menimbulkan frustasi. Kesehatan mental tidak hanya untuk jiwa yang sehat yang berada dalam tubuh yang sehat (mens sana in corpore sano), tetapi juga suatau keadaan yang berhubungan erat dengan seluruh eksistensi manusia. Itulah suatu keadaan kepribadia yang bercirikan kemampuan seseorang untuk menghadapi kenyataan dan untuk berfungsi secara efektif dalam suatu masyarakat yang dinamik. Kriteria dalam kesehatan menta ada beberapa yaitu :
  • Efisiensi mental
  • Pengendalian dan intelegensi pikiran dan tingkah laku
  • Integrasi motif-motif serta pengendalian konflik dan frustrasi
  • Perasaan-perasaan dan emosi-emosi yang positif dan sehat
  • Ketenangan atau kedamaian pikiran
  • Sikap-sikap yang sehat
  • Konsep diri (self-concept) yang sehat
  • Identitas ego yang adekuat
  • Hubungan yang adekuat dengan kenyataan
Kecerdasan Emosional sebelum mengetahui kecerdasan emosional kita harus tahu terlebih dahulu dulu apa sih emosi itu ?? menurut daniel goleman akar kata emosi adala movere kata kerja bahasa latin yang berarti “menggerakan, bergerak” ditambah awalan E untuk memberi arti “bergerak menjauh” menyiratkan bahwa kecendrungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emos. Atau emosi yaituEmosi adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu. Emosi adalah reaksi terhadap seseorang atau kejadian.Emosi dapat ditunjukkan kerika merasa senang mengenai sesuatu, marah kepada seseorang, ataupun takut terhadap sesuatu, emosi biasanya marah, sedih, bahagia, dll. Kecerdasan emosiona atau biasa disebut dengen kecerdasan emosi adalah kemampuan memahami-mehami, memasukinya dan menarik emosi-emso untuk membantuk pikiran .  namun kita kenal kecerdasan eemosional itu dari Golema. Menurut goleman kecerdasan emosi merupakan sisi lain dari kecerdasan kognitif yang berperan dalam aktivitas manusia. Salovey & Mayer (dalam Goleman, 1999) menggunakan istilah kecerdasan emosi untuk menggambarkan sejumlah keterampilan yang berhubungan dengan keakuratan penilaian tentang emosi diri sendiri dan orang lain, serta kemampuan mengelola perasaan untuk memotivasi, merencanakan, dan meraih tujuan kehidupan. Batasan kecerdasan emosi menurut mereka adalah kemampuan untuk mengerti, menggunakan, dan memanfaatkan emosi untuk membantu pikiran, mengenal emosi dan pengetahuan emosi, dan mengarahkan emosi secara reflektif sehingga menuju pada pengembangan emosi dan intelektual. Menurut Salovey (dalam Goleman, 1999) menyatakan bahwa kecerdasan emosi terdiri dari mengenali emosi diri atau kesadaran diri,
  • mengelola emosi, merupakan kemampuan untuk mengenali dan menyadari perasaan sewaktu perasaan itu terjadi.
  • memotivasi diri sendiri, merupakan kemampuan untuk menata emosi diri sendiri yang digunakan sebagai alat pencapaian tujuan yang dikehendaki
  • mengenali emosi orang lain atau empati, merupakan kemampuan untuk mengetahui keadaan perasaan orang lain.
  • membina hubungan, kemampuan yang dapat memudahkan seseorang masuk dalam lingkup pergaulan atau lingkungan.
Dari definisi yang diatas kedua hal tersebut dapat dikatakan bahwa kecerdasan emosi sangatalah berhubungan dengan kesehatan mental seseorang. Karena kesehatan mental atau orang yang dikatakan sehat mental adalah orang yang mampu menyesuaikan diri dengan diri sendiri, dengan orang lain, dan dengan masyarakat dimana kita hidup. Dan salah satu dikatakan memiliki kriteria kesehatan mental atau sehat mental memiliki perasaan-perasaan atau emosi-emosi yang positif atau bisa dikatakan dapat mengedalikan emosinya baik dalam diri atau dengan orang lain.  aDapat dikatakan sangat berhubungan karna kecerdasan emosional adalah menggambarkan sejumlah keterampilan yang berhubungan dengan keakuratan penilaian tentang emosi diri sendiri dan orang lain, serta kemampuan mengelola perasaan untuk memotivasi, merencanakan, dan meraih tujuan kehidupan. jika ingin memiliki atau menjaga kesehatan mental dengan baik atau sehat secara mental mulailah belajar untuk memiliki kecerdasan emosioal yang baik atau dapat mengendalikan emosi serta memiliki perasaan-perasan atau emosi-emosi yang positif dalam mengangani berbagai  masalah dalam kehidupan. Referensi :
  • Senduk, Yacita. 2007. Mengasah Kecerdasan Emosi Orang Tua Untuk Mendidik Anak. Jakarta: Pt Elex Media Komputindo.
  • Saptoto, Ridwan. 2010. Jurnal Psikologi Hubungan Kecerdasan Emosi Dengan Kemampuan Coping Adaptif. Vol 37 Number 1. Juni 2010. Diambil Dari : Http://Jurnal.Psikologi.Ugm.Ac.Id/Index.Php/Fpsi/Article/View/36/26
  • Semiun Yustinus. 2006. Kesehatan Mental 1. Yogyakarta: Kansius.

FENOMENA DEPRESI



FENOMENA DEPRESI
            Depresi merupakan suatu perasaan sedih yang sangat mendalam yang terjadi setelah mengalami suatu peristiwa dramatis atau menyedihkan, misalnya seseorang yang disayangi. Seseorang bias jatuh dalam kondisi depresi jika ia terus menerus memikirkan kejadian pahit, menyakitkan, keterpurukan, dan peristiwa sedih yang menimpanya dalam waktu normal bagi kebanyakan orang.
            Depresi dapat terjadi pada siapapun, golangan manapun, keadaan social ekonomi apapun, serta pada usia berapapun. Tetapi umumnya depresi mulai timbul pada usia 20 sampai 40 tahun-an. Depresi biasanya berlangsung selama 6 sampai 9 bulan, dan sekitar 15-20% penderita bisa berlangsung sampai 2 tahun atau lebih. Episode depresi cenderung berulang sebanyak beberapa kali dalam kehidupan seseorang.
            Depresi dapat muncul dalam beberapa bentuk, antara lain:
1.      Depresi Situasional
Depresi situasinal adalah depresi yang terjadi setelah mengalami suatu peristiwa sedih yang berat/ traumatic, seperti kematian orang yang dicintai, di PHK, kehilangan mata pencaharian mendadak, bangkrut, dan sebagainya.
2.      Holiday Blues
Holiday blues adalah depresi yang terjadi ketika berlibur atau sedang merayakan suatu moment sedih, mengenang peristiwa masa lalu yang pahit, lalu timbul depresi. Depresi jenis ini biasanya bersifat sementara, begitu moment perasaan khususnya selesai, ia akan kembali pulih.
3.      Depresi Endogenous
Depresi endogenous adalah depresi tanpa penyebab yang pasti, tiba-tiba saja muncul tanpa diketahui pencetusnya.
4.      Depresi Vegetative
Depresi vegetative adalah membuat penderita cenderung menarik diri dari pergaulan, jarang bericara, tidak mau makan, tidak mau tidur. Yang dilakukan hanya melamun dan bingung.
5.      Depresi Agitative
Depresi agitative diketahui dari penderitanya yang sangat gelisah, cemas, meremas-remas tangannya serta banyak berbicara, hiper aktif, banyak berbicara, tidak bisa diam.
6.      Depresi Disritmik
Depresi jenis ini berhubungan dengan perubahan kepribadian yang nyata. Penderita tampak lusuh, muram, pesimis, tidak suka bercanda atau tidak mampu menikmati kesenangan. Ia berlaku pasif, menarik dari (introvert), curiga, suka mengkritik, dan sering menyesali dirinya sendiri. Pikiran penderita dipenuhi dengan kekurangan, kegagalan, dan hal-hal negative, bahkan menikmati kegagalannya.
Beberapa penderita mengeluhkan beberapa penyakit fisik, berupa sakit da nyeri, ketakutan akan musibah, atau takut menjadi gila. Penderita juga merasa bahwa mereka juga menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan atau memalukan (misalnya kanker atau penyakit menular seksual, aids/hiv) dan berfikir telah menularkannya kepada orang lain sehingga timbul rasa bersalah dan penyesalan mendalam.
7.      Depresi Psikotik
Sekitar 15% penderita terutama pada depresi berat, akan mengalami delusi (keyakinan yang salah terhadap sesuatu) atau halusinasi (melihat atau mendengar sesuatu yang sesungguhnya tidak ada). Mereka yakin telah berbuat dosa atau kejahatan besar yang tidak dapat diampuni atau mendengar suara-suara yang menuduh mereka telah melakukan perbuatan asusila yang tidak senonoh atau suara-suara yang mengutuk mereka agar mati. Kadang penderita membayangkan melihat peti mati dan orang-orang yang sudah meninggal. Perasaan yang tidak aman dan tidak berharga bisa menyebabkan depresi yang sangat berat pada penderita yang yakin bahwa mereka diawasi dan dihukum.
PENYEBAB
            Ada banyak factor yang dapat menyebabkan seseorang cenderung menderita depresi, antara lain :
·         Factor bawaan/ genetic
·         Efek samping obat
·         Kepribadian tertutup (introvert)
·         Peristiwa emosional (terutama kehilangan sesuatu yang disayangi dan sangat berarti)
·         Akibat gangguan atau penyakit tubuh
·         Perubahan kadar hormone yang drastic
·         Penyebab lain yang belum diketahui.
Depresi bisa terjadi atau semakin memburuk dengan atau tanpa disertai stress karena masing-masing bisa berdiri sendiri, tidak saling terkait. Biasanya para wanita dua kali lebih murah mengalami depresi dibandingkan dengan pria. Kecendrungan ini belum diketahui dengan jelas apa penyebabnya, tetapi mungkin karena wanita cenderung hidup karna tergantung pada orang lain, terutama pada suaminya. Atau karena wanita cenderung memberikan respon terhadap kesengsaraan atau kesulitan hidup dengan cara menarik diri, menyendiri dan menyalahkan diri sendiri. Sebaliknya, pria yang mengalami kesulitan hidup cenderung menolak dan mengalihkannya ke kegiatan lain.
1.      Factor hormonal
Factor biologis yang paling besar pengaruhnya terhadap depresi yaitu factor hormonal. Perubahan kadar hormone pada wanita memegang peran penting, dimana perubahan tersebut mengakibatkan perubahan suasana hati secara dramatis, yang sulit ia kendalikan. Perubahan hormone dapat terjadi sesaat sebelum menstruasi (ketegang pre-mestruasi) dan setelah persalinan (depresi postpartum). Perubahan hormone juga dapat terjadi pada wanita pengguna pil KB. Kelainan fungsi tiroid sering terjadi pada wanita.
2.      Factor penyakit fisik
Depresi juga bisa terjadi karena atau bersamaan dengan sejumlah penyakit atau kelainan fisik. Penyakit fisik bisa menyebabkan depresi melalui dua cara yaitu langsung dan tidak langsung.
3.      Factor obat-obatan
Efek samping berbagai obat yang digunakan (yang digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi) bisa menyebabkan depresi.
Sejumlah kelainan jiwa juga bisa menyebabkan penderitanya mengalami depresi (penyakit kecemasa, skizofreni, dimensia stadium awal).
Beberapa zat atau obat-obatan yang mempunyai efek samping depresi antara lain :
·         Amfetamin
·         Obat anti psikosa
·         Beta bloker
·         Simetidin
·         Pil KB
·         Sikloserin
·         Indometasin
·         Air raksa
·         Metildopa
·         Reserpin
·         Talium
·         Vinblastin
·         Vinkristin
·         Narkotika
·         Alcohol
GEJALA
Gejala depresi muncul secara bertahap selama beberapa hari atau minggu. Penderita tampak tenang dan sedih atau mudah tersinggung dan cemas datang silih berganti, lama-lama gejala tersebut bertambah berat dan menetap. Gejala depresi yang paling serius adalah pemikiran tentang bunuh diri. Banyak penderita yang ingin mati atau merasa mereka sangat tidak berguna sehingga mereka sepantasnya mati.  Sebanyak 15% penderita menunjukkan perilaku bunuh diri. Rencana bunuh diri merupakan keadaan yang sangat berbahaya sehingga penderitanya harus dirawat dan diawasi secara ketat, sampai keinginannya untuk bunuh diri hilang.
Banyak penderita tidak dapat merasakan emosi sedih, gembira dan senang secara normal. Dari prespektifnya, dunia tampak semakin suram, tidak ada kehidupan, dan menjemukan. Berpikir, berbicara, dan kegiatan umum lainnya semakin jarang dilakukan dan akhirnya akan menghentikan seluruh aktifitasnya.
Pikirannya dipenuhi perasaan bersalah dan memiliki gagasan untuk menghancurkan dirinya sendiri, serta tidak dapat berkonsentrasi dengan baik. Mereka sering bimbang dan menarik diri, merasa tidak berdaya dan putus asa serta berpikir tentang kematian dan bunuh diri.
Penderita mengalami kesulitan tidur dan seringkali terbangun, terutama pada dini hari. Daerah dan kenikmatan seksualnya hilang. Nafsu makan nya yang buruk dan penurunan berat badan kadang menyebabkan penderitanya menjadi kurus, dan siklus menstruasinya terganggu atau terhenti. Pada sekitar 20% penderita, gejalanya lebih ringan tapi berlangsung secara bertahun-tahun bahkan berpuluh-puluh tahun. Apabila depresinya ringan, penderita akan makan sangat banyak sehingga terjadi penambahan berat badan berlebihan, terjadi kegemukan.
KASUS
Sheyna, 13 tahun, memiliki orangtua yang overprotective dan sangat menuntut supaya Sheyna mengikuti apa saja perintah yang diberikan kepadanya.
Sheyna merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara, dan hanya ia yang perempuan. Sheyna menganggap dirinya sangat bergantung pada orangtua, ditambah lagi orangtua memperlakukan Sheyna seperti anak kecil yang berusia di bawah usia dirinya.
Kedua kakak Sheyna sangat pembangkang bahkan kakak pertama Sheyna (18 tahun) pernah blak-blakan mengaku kepada orangtua mereka bahwa ia telah melakukan aktivitas seksual dengan teman di sekolah. Tentu saja, orangtua menjadi sangat marah, apalagi orangtua sangat strict terhadap isu-isu seksual. Bahkan, orangtua selalu membahas kepada Sheyna dan kedua kakak bahwa virginity itu harus dijaga hingga kelak menikah. Kondisi kakaknya ini berbanding terbalik dengan Sheyna yang sangat pasif dan penurut, serta menjadi satu-satunya anak yang dianggap “baik” oleh orangtuanya sehingga Sheyna dijuluki “Little Miss Perfect”.
Ada riwayat sakit mental di dalam keluarga Sheyna. Nenek kandung Sheyna dari pihak Ibu serta Bibi Sheyna dari pihak Ayah sama-sama menderita depresi.
Sheyna mengalami insomnia sejak ia berusia 10 tahun. Setiap malam ia mengalami kesulitan untuk tidur dan akhirnya mengganggu kegiatan belajar di sekolah. Nilai Sheyna sampai mengalami penurunan yang cukup parah, sehingga orangtua memutuskan supaya Sheyna menjalani home-schooling saja supaya Sheyna dapat mengatur waktu kapan untuk belajar. Perilaku insomnia ini dialami Sheyna pasca pertengkaran hebat di dalam keluarga, di mana kakak pertama Sheyna ternyata sampai menghamili temannya di sekolah. Pada saat itu, kondisi rumah sangat “panas”, Ayah dan Ibu selalu bertengkar setiap ada kesempatan di pagi-siang-sore-malam. Keadaan semakin memanas karena kakak pertama Sheyna sempat kabur dari rumah bersama teman yang ia hamili, sehingga memicu pertengkaran antara keluarga Sheyna dengan keluarga yang anaknya dihamili oleh kakak Sheyna tersebut. Kondisi tersebut berlangsung hingga kurang-lebih dua bulan dan sejak itu, Sheyna sulit sekali memejamkan mata seberapa pun dirinya mengantuk karena bayangan pertengkaran dan suasana memanas itu selalu menghantui Sheyna. Untuk pertama kalinya, di masa sebulan itu, Sheyna mengalami ledakan emosi yang tinggi.
Sejak saat itu, Sheyna juga semakin sering menyendiri di dalam kamar untuk menghindari pertengkaran. Bagi Sheyna, dia menjadi lebih rileks dengan berada di dalam kamar. Dia juga semakin bisa berpikir, mencari tahu, dan menganalisa segala hal yang ia senangi. Sheyna tertarik dengan politik dan memiliki pemikiran tersendiri tentang politik, misalnya ia percaya bahwa dirinya merupakan reinkarnasi dari seorang politikus Romawi di masa lalu.
Keluarga dan teman-teman Sheyna melihat Sheyna sebagai orang yang sangat rapi dan teroganisir. Sheyna senang menuliskan apapun ide-ide yang ia miliki dan menuliskan di buku diary, komputer, bahkan dinding kamarnya penuh dengan papernote yang ditempelkan secara berantakan dan berisi ide-idenya tersebut. Kebanyakan ide yang Sheyna tuliskan berisi tentang hal-hal yang selama ini dianggap tabu untuk dibicarakan di dalam keluarganya, seperti tentang dorongan seksual dan tingkat spiritualitas. Aktivitas ini semakin menjadi-jadi saat ia merasakan gairah luar biasa untuk melakukan sesuatu.
Selama proses pertengkaran di dalam keluarganya, Sheyna sempat mengalami depresi dan depresi yang ia miliki semakin menjadi-jadi karena hingga saat ini Sheyna masih menderita insomnia. Sheyna juga menderita kesulitan untuk makan dan konsentrasi. Di puncak depresinya, Sheyna akhirnya beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri. Beruntung, Ibu selalu menemukan Sheyna tepat waktu sehingga Sheyna masih bisa diselamatkan.
ANALISIS
Sheyna menunjukkan simptom perilaku yang mengarah ke Bipolar I Disorder. Sheyna meyakini bahwa dirinya merupakan reinkarnasi dari politisi Romawi di masa lalu, yang menunjukkan simptop psikotis ada pada dirinya. Simptom psikotis sendiri hanya muncul pada Bipolar I Disorder. Sheyna juga menunjukkan perilaku mania dengan cara menuliskan semua ide-ide yang ia miliki di buku diary, komputer, bahkan papernote yang ditempel berantakan di dinding kamarnya. Ide-ide tersebut termasuk pula ide-ide yang sebenarnya selalu tabu untuk dibicarakan di dalam keluarga (tentang seksualitas dan spiritualitas). Perilaku ini jelas berbeda dengan kebiasaan Sheyna yang selalu rapi dan terorganisir. Kemunculan perilaku mania ini dibarengi pula dengan kemunculan perilaku depresi yang membuat Sheyna sampai beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri.
Pada kasus Sheyna, ditemukan bahwa ada riwayat genetis di dalam keluarga dekatnya yang memiliki gangguan depresi, yaitu Nenek kandung Sheyna dari pihak Ibu serta Bibi Sheyna dari pihak Ayah. Perlu ada pemeriksaan mendalam tentang apakah kasus Sheyna terkait dengan riwayat genetis di dalam keluarganya. Tetapi, kemungkinan itu tetap ada.
BD yang diderita Sheyna merupakan masalah yang perlu penanganan hingga seumur hidup karena tidak dapat dengan mudah ditentukan bahwa gejala mania dan depresi yang diderita Sheyna tidak akan lagi muncul di masa depan. Cara terbaik untuk memberikan treatment kepada Sheyna adalah dengan memberikan  pengobatan medis yang tepat serta menjalani psikoterapi. Misalnya, mengkombinasikan pemberian obat antipsychotic (seperti: Seroquel) dan mood-stabilizer (seperti: Lithium), ditambah psikoterapi (seperti: terapi regulasi emosi, anger management untuk membantu Sheyna dalam mengatasi mania dan depresi yang muncul di dirinya).
Daftar pustaka
Junaidi, iskandar. Anomali Jiwa. Andi Yogyakarta. Yogyakarta. 2012.
Kusumanto R. Iskandar Y. Depresi, Suatu Problema Diagnosa dan Terapi pada Praktek Umum. Yayasan Dharma Graha, Jakarta. 1981
erald C.Davison dkk. 2010. Psikologi Abnormal. Jakarta : Rajawali pers